Diabetes adalah suatu kondisi di mana tubuh yang tidak bisa memenuhi kebutuhan insulin dalam tubuh, atau mengembangkan resistensi insulin (diabetes tipe 2). Hormon insulin berfungsi untuk menyerap glukosa dalam darah dan mengubahnya menjadi energi untuk sel-sel tubuh. Ketika fungsi insulin terganggu, kadar glukosa dalam darah akan terus naik ke tingkat yang berbahaya.

Serat atau fiber merupakan salah satu jenis karbohidrat. Serat merupakan karbohidrat kompleks, karena tidak dapat dipecah oleh sistem pencernaan tubuh, dan tidak menambah kalori bagi tubuh sama sekali.

Itulah mengapa konsumsi serat sangat sering dianjurkan oleh dokter, baik untuk mengatasi gangguan pencernaan, menurunkan berat badan, penderita kolesterol tinggi, maupun bagi penderita diabetes. Bagi penderita diabetes, serat merupakan asupan yang sangat penting, terutama dalam upaya mengontrol gula darah dalam tubuh.

Seiring bertambahnya usia, kadar gula darah normal cenderung lebih tinggi, sehingga insulin sulit menjalankan tugasnya memfasilitasi penggunaan gula dalam darah oleh sel. Untuk mengimbangi tingginya kadar gula dalam darah, sel pankreas harus memproduksi lebih banyak insulin.

Kadar insulin yang tinggi (hiperinsulinemia) merangsang enzim Lipoprotein Lipase (LPL) yang dapat memperbesar sel-sel lemak. Inilah alasan utama mengapa seiring bertambahnya usia, berat badan kita bertambah.

Peningkatan kadar gula darah dan kadar insulin, diperparah dengan pola makan tinggi karbohidrat dan rendah serat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi banyak karbohidrat dapat menyebabkan penambahan berat badan. Kadar karbohidrat dapat diturunkan dan dinetralisir, dengan mengonsumsi makanan berserat.

Bagi penderita diabetes, serat memperlambat proses pengubahan karbohidrat menjadi gula, sehingga kenaikan gula darah meningkat secara perlahan, dan membantu mengontrol kadar glukosa darah. Selain itu, serat akan membuat kita merasa kenyang lebih lama, sehingga kita bisa makan lebih sedikit dan mencegah makan berlebihan.

Diet diabetes harus membatasi buah dengan kandungan gula tinggi, terutama buah kering, yang mengandung gula pekat. Buah beri dan jeruk, yang kaya serat, merupakan sumber buah yang baik, menurut American Diabetes Association (ADA). Pir domestik dan Asia juga mengandung serat yang tinggi. Diet tinggi serat dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk memetabolisme glukosa. Makanan tinggi serat termasuk buah-buahan dan sayuran, gandum, dan kacang-kacangan.

Manfaat Diet Serat:

Meningkatkan sensitivitas insulin.

Beberapa penelitian menemukan bahwa makan makanan berserat tinggi selama seminggu atau sebulan dapat mengurangi penanda biologis resistensi insulin. Ini karena serat memiliki efek anti-inflamasi. Selain itu, asam lemak rantai pendek yang dihasilkan serat ketika difermentasi di usus dapat menghambat pemecahan simpanan lemak tubuh menjadi asam lemak bebas.

Pemecahan lemak yang disimpan juga akan menyebabkan resistensi insulin, memperlambat pelepasan glukosa ke dalam aliran darah. Serat larut memiliki efek memperlambat proses pencernaan. Ini berarti karbohidrat yang kita makan dipecah lebih lambat menjadi glukosa. Akibatnya, pelepasan glukosa dalam darah setelah kita makan bisa lebih lambat dan gula darah tidak langsung menjadi tinggi.

Memberi sinyal pada hati untuk mengurangi glukosa.

Proses fermentasi di usus, yang menandakan tubuh lebih responsif terhadap insulin, juga menekan produksi glukosa di hati.

Membuat perut lebih kenyang.

Jika kita makan makanan berserat tinggi, kita akan merasa lebih kenyang dan tidak terlalu lapar di antara waktu makan. Serat membuat nutrisi diserap lebih maksimal.

Sehingga membuat kita lebih puas setelah makan. Menjaga berat badan Kebiasaan mengonsumsi makanan berserat tinggi juga bisa memudahkan kita untuk menjaga berat badan. Semakin banyak serat yang Anda makan, semakin rendah berat badan dan lemak tubuh Anda.

Kategori: Kesehatan